27 February 2018

Hati Hati Jerawat Membandel Karena Hiperandrogen


Pernah dengar atau mengetahui apa itu Hiperandrogen? Hiperandrogen adalah kondisi yang terjadi dimana dalam tubuh seorang wanita terdapat banyak hormon androgen. Padahal biasanya androgen ini ditemukan banyak dalam tubuh pria. Lho kok bisa? Pada dasarnya, wanita memang memiliki kadar androgen serum yang normal (sedikit dalam tubuh wanita) namun produksi yang berlebihan di dalam tubuh wanita membuat beberapa masalah pada kulit dll.

Gejala Hiperandrogen yang paling banyak dialami yaitu masalah jerawat membandel di wajah wanita dan bagian tubuh yang menghasilkan banyak minyak. Adapun jerawat yang disebabkan oleh Hiperandrogen memiliki ciri ciri sebagai berikut
  1. Cenderung lebih sulit diatasi dibandingkan dengan jerawat biasa.
  2. Lebih parah dan berpotensi menimbulkan scar atau bekas luka.
  3. Dapat tumbuh di berbagai area tubuh dengan densitas minyak yang banyak.
  4. Jerawat akibat hiperandrogen biasanya dilihat dari produksi minyak yang masih banyak meski sudah menggunakan obat topikal (oles) dan oral.
Gejala Hiperandrogen lainnya pada wanita yaitu munculnya rambut halus yang ditemukan seperti pola pertumbuhan pada pria. Misalnya seperti di kumis, dada, dagu, dll. Selain itu, kerontokan dan rambut kepala yang menjadi botak juga bisa menjadi ciri ciri wanita terkena gangguan Hiperandrogen lho.


Hiperandrogen yang terjadi pada wanita dapat menimbulkan efek serta dampak psikologis. Diantaranya yaitu turunnya rasa percaya diri seseorang, mood menjadi tidak stabil, cemas serta depresi. Jika dibiarkan terus menerus tentu Hiperandrogen yang terjadi dalam tubuh wanita dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, para wanita sebaiknya menjaga pola makan, gaya hidup serta kebersihan tubuhnya sebelum Hiperandrogen muncul dan membuat gangguan yang serius.

Adapun bagi para wanita yang merasa mengalami gejala gejala Hiperandrogen, bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk menentukan pengobatan apa yang sebaiknya dilakukan agar segera sembuh dan tidak mengalami gangguan hormon tersebut. Beberapa pengobatan atau cara menyembuhkan gangguan Hiperandrogen diantaranya yaitu
  1. Antiandrogen
    Antiandrogen mencegah efek biologis atau kerja hormon androgen (spt. testosteron, dihydrotestosterone) di sel target / jaringan. Pada wanita antiandrogen diresepkan untuk mengobati jerawat, seborik (penyakit kulit yang biasanya mengenai kulit kepala dan area tubuh yang berminyak, seperti punggung, wajah, dahi, ketiak, pangkal paha, serta dada bagian atas. Pada kulit kepala, penyakit ini menyebabkan kulit berwarna merah, berketombe, dan bersisik.), hirsutisme (tumbuhnya rambut tebal dan hitam pada wanita di bagian-bagian tubuh yang biasanya tumbuh pada pria, seperti pada wajah, dada, leher, perut, paha, bokong, dan punggung bagian bawah).
  2.  Pil Kontrasepsi Kombinasi Oral
    Penggunaan Pil Kontrasepsi Kombinasi OralPenggunaan pil kontrasepsi atau pil kb ini tentu tidak dapat dipakai langsung begitu saja. Wanita yang ingin melakukan pengobatan dengan cara ini harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Apalagi tidak semua wanita dapat mengonsumsi Pil Kontrasepsi ini. Karena bagi wanita hamil dan menyusui penggunaan pil kontrasepsi akan berpengaruh terhadap bayi.
Penjelasan mengenai Hiperandrogen diuraikan dengan jelas oleh dr. Yovi Yoanita dalam acara Discover New Confidence. Dokter cantik tersebut memaparkan penjelasan Hiperandrogen kepada para peserta yang hadir. Para peserta juga nampak serius menyimak materi serta aktif ketika sesi tanya jawab tiba. Jika teman teman merasa mengalami gangguan Hiperandrogen ini, sebaiknya segera konsultasi ke dokter yang berkompeten mengenai masalah tersebut.

Teman teman juga bisa berkonsultasi melalui aplikasi GueSehat. Di aplikasi tersebut terdapat banyak informasi mengenai kesehatan. Kamu juga bisa saling berbagi pengalaman dengan pengguna lainnya. Melalui aplikasi ini kamu juga bisa berkonsultasi secara online dengan dokter yang berbagung di aplikasi GueSehat.



14 comments:

  1. Anak aku yang pertama lagi jerawatan parah lho.
    Masih SMP sih mungkin perubahan hormon kali yah...

    Aku malah baru ngerti tentang hiperandrogen sebagai salah satu penyebab jerawat dari postingan ini deh :))

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah jarang jerawatan sih, sesekali aja. Mudah2an jangan sampai sering ah..soalnya suka gatel ni tangan pengen mencetin hihi.. padahal dipijitin gitu suka jd berbekas ya :)

    ReplyDelete
  3. Wah baru tahu nih, artikel nya bantu buat adiku nih😂 tfs ya

    ReplyDelete
  4. aku pernah ngalamin Hiperandrogen hampir 8 bulan lamanya, sumpah stress banget nggak ilang-ilang, tau ada aplikasinya dari dulu aku udah konsultasi hiks

    ReplyDelete
  5. Hoo coba pasang aplikasinya ah, suka butuh...

    ReplyDelete
  6. Ho ternyata jerawat itu macem2 ya penyebabnya..thanks for share risky ��

    ReplyDelete
  7. Hooo... Ternyata begitu. Baru tahu nih, Teh.
    Muka memang mesti dirawat sesuai sama kebutuhannya ya, Teh.

    ReplyDelete
  8. Aku dari SMA jerawatan huhu bahkan sampai sekarang juga suka muncul jerawat, sedih

    ReplyDelete
  9. Kalau remaja mah biasanya karena hormon yak, anak keduaku mulai ada jerawatan deh :)

    ReplyDelete
  10. Aplikasi GueSehat ini bagus ya programnya.

    ReplyDelete
  11. Suka kasian sama yg jerawatan. Saya engga, tapi kering bgt ini kulit muka hiks... Dikasi berminyak jerawatan salah, dikasi kering salah heuheuheu :D

    ReplyDelete
  12. Skrg mah klo ada jerawat jangan dianggap enteng ya. Harus hati-hati juga. Takut menjadi indikasi adanya hiperandrogen :(

    ReplyDelete
  13. Waaah ada aplikasinya, ya. Keren. Kudu instal, nih. Beres-beres dulu aplikasi yang ga kepake, ah.

    ReplyDelete