29 March 2019

Breast Pump Manual vs Breast Pump Elektrik

Sejak masa kehamilan, aku sudah bertekad untuk dapat memberkan Asi Eksklusif kepada anakku ketika lahir. Begitu banyak upaya yang ku lakukan agar tujuanku dapat tercapai. Salah satunya adalah dengan memiliki breast pump. Berdasarkan informasi yang ku dapat penggunaan breast pump mampu mengoptimalkan produksi Asi.



Mengutip kalimat dari seseorang bahwa “Pumping itu dilakukan untuk memperbanyak Asi, bukan karena Asi-nya banyak”. Kata kata tersebut selalu terngiang dan memberi motivasi bagiku. Oleh karena itu aku memutuskan untuk membeli breast pump. Persoalan timbul ketika aku mnegetahui ada 2 jenis breast pump dimana ada breast pump manual dan breast pump elektrik.

Masing masing jenis breast pump tersebut memliki kelebihan dan kelemahannya masing masing. Berkut akan ku deskripsikan kelebihan dan kelemahannya.

1. Cara Pemakaian
Hal mendasar yang membedakan breastpump manual dan elektrik yautu cara pemakaiannya. Breastpump manual digerakkan oleh tenaga penggunanya sedangkan breastpump elektrik digerakkan oleh tenaga listrik atau baterai. Penggunaan breastpump manual memerlukan tenaga lebih besar dan lebih banyak dibandingkan breastpump manual.


2. Waktu dan Tenaga
Penggunaan breast pump manual memerlukan waktu dan tenaga yang lebih lama dibandingkan breastpump elektrik. Hal  ini terjadi karena pada breastpump manual pengguna harus menggerakan tuas pada alatnya secara langsung untuk memompa. Sedangkan pada breastpum elektrik, pengguna cukup memegang botolnya saja karena pemompaan dilakukan secara otomatis.

3. Harga
Breastpump manual dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan breastpump elektrik. Hal ini wajar terjadi mengingat sparepart yang tersedia pada breastpump elektrik lebih banyak dan lebih mahal.

4. Indikator waktu dan level tenaga pemakaian
Breastpump manual tidak dilengkapi dengan indikator waktu dan level dari tenaga pemompaannya. Sehingga pengguna biasanya melakukan pemompaan dengan melihat waktu secara manual. Begitu juga dengan tenaga yang dikeluarkan dapat disesuaikan dengan kekuatan atau tenaga yang dikeluarkan oleh penggunanya. Pada breastpump elektrik terdapat indikator waktu yang dapat diketahui oleh penggunanya. Sehingga pengguna dapat melihat sudah berapa lama ia melakukan pemompaan. Selain itu, terdapat level dari kekuatan pemompaan yang dapat disesuaikan dengan kenyamanan pengguna. Namun indikator waktu dan level tersebut tidak terdapat pada semua jenis breastpump elektrik.

5. Suara
Breastpump manual cenderung memiliki suara yang tidak keras dan mengganggu. Pada breastpump elektrik ada suara yang dikelurkan dari alatnya. Pada sebagian merk breastpump elektrik suara tersebut cukup mengganggu apalagi ketika pemompaan dilakukan di malam hari.


Perbedaan lainnya yang cukup menyita perhatian yaitu ketika pertama kali digunakan, breastpump manual lebih mudah digunakan dibandingkan breastpump elektrik. Tentu saja hal ini merupakan penilaian yang subjektif karena pada banyak orang mereka juga langsung nyaman ketika menggunakan breastpump manual. Namun seiring berjalannya waktu memang penggunaan breastpump elektrik teraa lebih mudah karena terasa lebih simple dan tidak membutuhkan banyak tenaga.

Tetapi dari segi pembersihan dan perawatan sparepart, breastpump manual lebih mudah dibersihkan dibandingkan breastpumo manual. Selain itu perawatannya juga lebih mudah serta murah jika ada kerusakan dibandingkan dengan breastpump elektrik.

Apapun pilihan ibu mengenai breastpump manual ataupun elektrik ini tergantung selera masing masing. Karena dilihat dari fungsinya, kedua breastpump ini bertujuan untuk membantu ibu dalam melakukan pemompaan supaya lebih nyaman. Karena ada juga para ibu yang melakukan pemompaan tidak menggunakan breastpump manual maupun elektrik lho. Mereka menggunakan tangganya secara langsung untuk memerah asi dan teknik tersebut dikenal dengan sebutan 'Marmet' atau memerah asi dengan tangan tanpa bantuan breastpump.

Jadi, apapun pilihan breastpumpnya yang penting ibu harus selalu Happy ya. Sehingga asi yang dihasilkan bisa bermanfaat bagi bayi dan ibunya. Punya pengalaman mengenai pemilihan breastpump? Share ceritamu di kolom komentar ya.

8 comments:

  1. makasih ya pencerahannya ... jd klo ada dedek bayi sidah siap-siap neeh dengan breastpumpnya

    ReplyDelete
  2. Wah udah mikirin breast pump ya, hihi... Iya dulu suka pake breast pump juga, tapi sayang krn satu hal aku ga bisa ngasih asi, hiks... Ngga apa2, anak2 tetep sehat pake sufor :)

    ReplyDelete
  3. SAya dulu sukanya pakai yang manual jadi kekencangannya bisa saya atur sendiri hehe

    ReplyDelete
  4. Buat ibu pekerja, ada yg memilih breast pump elektrik biar sekalian bisa disambi kerja :D

    ReplyDelete
  5. Aku awam sama yang kayak gini dong teh, maklum belum punya anak. Tapi gpplah pengetahuan ya persiapan dari sekarang hahaha

    ReplyDelete
  6. mbak @Risky boleh usul? Tulisan blognya tolong diperbesar dikit please ..... :) Terimakasih.

    Tentang artikel, senang ya banyak pilihan. Karena ngga semua ibu bisa menggunakan tangan memerah ASI, ASInya ngga mau keluar atau hanya sedikit pisan #sedih

    ReplyDelete
  7. Aku pakai yg manual, kencang ato enggak bisa diatur sendiri. Tapi aku jarang banget pakai BP sih,langsung aku berikan ke bayi. hehe

    ReplyDelete
  8. Punya anak lima ga satu pun yg sempat pake alat hahaha....dulu blm secanggih sekarang pake alat tuh menyiksa karena terasa sakit..skrg jauh lebih mudah ya :)

    ReplyDelete